Selasa, 03 Mei 2011

Tak Diperhatikan Manajemen, Pemain Curhat Via Twitterli

Tak bisa dipungkiri, peran manajemen klub sangatlah vital dalam mendukung sepak-terjang tim yang bernaung di bawahnya. Hal inilah yang nampaknya menjadi masalah di tubuh Arema. Merasa tak mendapat perhatian manajemen kala harus mati-matian berjuang di lapangan, pilar-pilar Singo Edan pun ‘curhat’ lewat Twitter.


men kala harus mati-matian berjuang di lapangan, pilar-pilar Singo Edan pun ‘curhat’ lewat Twitter.




“Kayaknya kita team Tarkam dech. Soalnya tidak ada satu orang penguruspun yang datang ke stadion untuk memberikan support atau apalah,” demikian tulis midfielder Timnas yang juga dicintai publik Malang, Ahmad Bustomi melalui akun Twitter-nya @bustomi_19.

“Arema merupakan tim yang bagus jika benar-benar dikelola secara profesional oleh orang-orang yang benar-benar profesional. Bukan orang-orang yang hanya cari nama,” tambahnya lagi tak lama berselang.

Time Line pemain yang akrab disapa Cimot ini memang ‘banjir’ oleh respon dari beberapa pihak yang berisi dukungan maupun pertanyaan seputar permainan Arema. Namun ia meladeninya dengan bijak dan apa adanya. “Anda tau apa arti profesionall itu apa???apakah anda tau kita pemaen tdk menerima hak sudah 5 bulan dan kita tetap bermaen apakah itu profesional…” tulisnya menjawab respon pemilik akun @mega20 yang menuliskan: “@Bustomi_19 #1 pemain profesional itu akan ttp bermain sebaik mgkn walaupun pengurus tdk dtg sekalipun.Krna anda tlah membuat org membayar.”

“Kita ini satu team satu keluarga tdk boleh saling menyalahkan sakit satu sakit semua…tdk ada pelatih n pemaen yg ingin teamnya kalah…” tulis Bustomi saat ada yang berpendapat jika pendekatan Miro-lah yang menjadi sebab buruknya permainan Arema.

Ungkapan hati Bustomi ini ditanggapi oleh partnernya di lini tengah, Juan Revi Auriqto. Menurut pemilik akun @jr_77_ ini, usaha mereka untuk menjaga nama baik Arema dengan menutupi permasalahan di dalamnya terasa sia-sia.

“Gak ada gunanya selama ini kita menutupi kebobrokan di dalam tim ini, “tulisnya. Selain itu, Revi juga menyesalkan minimnya dukungan Aremania dalam laga ini. “Entah hari ini kita pemain bermain untuk siapa? Arema dan Aremanita pun tak lebih banyak dari suporter Cerezo Osaka.”

Sementara itu, pernyataan lebih tegas dilontarkan Zulkifli Syukur. Menurut wing-back yang dikenal lugas dan tanpa kompromi ini, apabila memang manajemen tidak sanggup lagi menangani tim ini, lebih baik mereka melepas saja Arema. “Kami ini sebenarnya main untuk siapa, untuk Aremania atau manajemen atau untuk siapa. Kalau mereka (manajemen) tidak sanggup, ya sudah lepas saja tim ini. Mereka seperti tidak menghargai pengorbanan dan jerih payah kami selama ini,” tegas wakil kapten Arema ini.

Perhatian manajemen bukanlah masalah baru bagi skuad Singo Edan. Pada Rabu (15/12) silam, skuad Arema yang merasa tak diperhatikan oleh manajemen pun sempat melakukan mogok latihan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar