Rabu, 23 Maret 2011

Takut Roman, De Jong Jadi ‘Korban’

Arema memang mampu mendikte Persiba dalam pertandingan Rabu (23/3) kemarin, dan hal ini ternyata juga diakui oleh pelatih Persiba, Haryadi. Menarik keluar De Jong saat babak pertama baru berjalan 28 menit, ia menilai Roman adalah sosok berbahaya yang mengancam keselamatan gawang timnya.
Determinan. Aksi Roman di Stadion Persiba. (Foto: Ongisnade/Adi 
Kusumajaya)
Determinan. Aksi Roman di Stadion Persiba. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
“De Jong harus diganti karena dia sering miss dalam meng-cover Roman Chmelo. Dia terlalu banyak membuat kesalahan yang membahayakan pertahanan. Kalau begini terus habislah gawang saya,” ujar Haryadi kepada ONGISNADE usai pertandingan, Rabu (23/3) malam WITA.
Haryadi nampaknya paham benar kapasitas seorang attacker determinan sekelas Roman. Melihat anak asuhnya kerepotan meredam pemain asal Slovakia itu, ia pun terpaksa memasukkan Jefri Dwihadi menggantikan legiun asingnya. Tak pelak, De Jong pun sempat terlihat emosi ketika harus meninggalkan lapangan.
“Saya pelatih, dan saya juga punya asisten yang membantu mempertimbangkan kondisi pemain. Terserah kalau De Jong nggak terima dengan keputusan saya, itu hak dia. Tapi dia harus ingat, saya ini pelatih. Kalau dia tidak mau belajar ya kita lihat saja nanti,” tegas Haryadi dengan nada tinggi.
Menurutnya, Jefri yang masuk menggantikan De Jong jauh lebih efektif dalam menjaga pergerakan Roman. Sesuai pengamatan redaksi, Roman memang tampil spartan dalam membongkar pertahanan tuan rumah yang dikomandoi Mijo Dadic.
“Roman ini pemain berbahaya, makanya Jefri saya instruksikan menutup ruang bagi dia. Roman kan tugasnya mengisi ruang-ruang kosong untuk mencuri peluang. Dia berbahaya.” (onn/bar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar